EKOSISTEM - Sebuah Garis Besar

Sabtu, Juni 27, 2020 ・0 comments

Materi selanjutnya yang perlu kita pelajari adalah EKOSISTEM. Nah, materi ekosistem sendiri sudah pernah kalian pelajari ketika masih belajar di SMP dan di SMA kelas X semester 1. Kali ini kita akan masuk ke materi yang lebih dalam. Siapa saja yang terlibat dalam ekosistem, dan apa saja peran mereka? Mari kita jawab pertanyaan tersebut dengan mempelajari materi di bawah ini.


Ekosistem adalah bentuk interaksi antara organisme dengan lingkungan biotik dan abiotik pada tempat dan waktu tertentu. Jadi, kata kunci dari ekosistem adalah bentuk interaksi, biotik, abiotik, dan lingkungan.

Apa itu interaksi?
Interaksi adalah aksi yang saling mempengaruhi ( dua arah ) yang terjadi pada dua atau lebih pihak pada tempat dan waktu tertentu. Pola ini disebut dengan hubungan timbal balik.

Apa itu komponen biotik?
Komponen biotik adalah segala pihak yang hidup dan dapat melakukan aktivitas kehidupan pada waktu tertentu. Komponen ini disebut juga dengan " spesies ". Pihak yang termasuk dalam komponen biotik adalah mikroorganisme, alga, jamur, tumbuhan, hewan, dan manusia.

Apa itu komponen abiotik?
Komponen abiotik meliputi seluruh benda yang tidak hidup atau pernah hidup atau merupakan sisa bagian dari komponen biotik yang tidak lagi dapat melakukan aktivitas kehidupan. Komponen ini disebut juga dengan alam. Contohnya, suhu, tekanan, cahaya, mineral, air, udara, kotoran, dan bangkai.

Apa itu lingkungan?
Lingkungan adalah segala aspek biotik dan abiotik di luar diri Individu yang berhubungan langsung dan dapat menimbulkan pengaruh. Misalnya, kamu sedang mengobrol dengan temanmu, maka temanmu dan segala apa yang datang darinya adalah lingkungan.

Nah, sekarang kita sudah sama-sama paham mengenai konsep ekosistem. Selanjutnya kita akan mempelajari mengenai interaksi apa saja yang terjadi di dalam ekosistem. Yuk Kita Come On!

INTERAKSI DALAM EKOSISTEM

Interaksi Intraspesies
Bentuk interaksi yang terjadi antara organisme dalam satu spesies. Misalnya interaksi antara kambing etawa dengan kambing etawa lainnya, atau interaksi kamu dengan temanmu yang sama-sama manusia. Bentuk interaksi ini memiliki intensitas tinggi pada kebanyakan spesies.

Laporan Ekologi Umum - Kompetisi Interspesifik ~ MinueZie
  1. Kompetisi, umumnya kompetisi dalam spesies memperebutkan makanan, wilayah kekuasaan, dan betina. Kalau pada manusia yang seputar Harta-Tahta-Wanita. Makanya, kamu akan lebih sering melihat perkelahian itu antara spesies yang sama. Jadi wajar kalau kamu sering berantem dengan temanmu, karena kalian satu spesies. Coba kalau beda, kaya kucing dengan majikannya, jarang berantem.
  2. Parental, bentuk interaksi induk pada anaknya selama beberapa masa saja. Seperti merawat pasca lahir, memberi makan, dll. Misalnya kamu dengan ibumu, ini merupakan hubungan parental yang sangat lama dan berlangsung terus sampai waktu yang memisahkan. Tidak mungkin berubah interaksi menjadi Kompetisi. Rebutan bapak, misalnya. Gak akan bisa. Jadi kamu tidak boleh berantem dengan ibumu, karena ibumu tidak akan pernah menjadikanmu kompetitornya.
  3. Sosial, merupakan bentuk interaksi untuk beberapa spesies yang hidup berkelompok dengan memperhatikan hirarki dan pembagian tugas. Misalnya kelompok singa, memiliki satu singa pemimpin, beberapa betina, dan beberapa singa jantan junior.

Interaksi Interspesies
Interkasi antara dua spesies yang berbeda pun sering terjadi. Misalnya interkasi kambing dan sapi di sebuah padang rumput. Maka ada 3 interaksi interspesies yang terjadi, interaksi kambing dan sapi, kambing dan rumput, serta sapi dan rumput. Jenis interaksi yang mungkin terjadai pada spesies yang berbeda meliputi:

Sur le point de succomber à un groupe de hyènes, ce lion est sauvé ...
  1. Kompetisi. Ya, persaingan memperebutkan makanan adalah kompetisi yang paling sering terjadi antara dua spesies yang berbeda. Kompetisi ini bisa menimbulkan perkelahian ataupun tidak bergantung pada jumlah sumber daya yang diperebutkan. Misalnya kompetisi singa dan hyena memperebutkan makanan hampir selalu menimbulkan perkelahian karena makanan yang ada dalam jumlah sedikit. Sedangkan kompetisi kambing dan sapi yang sama-sama ingin makan rumput hampir selalu tidak menimbulkan perkelahian karena makanan yang ada dalam jumlah besar.
  2. Predasi. Predasi berarti pemangsaan dan dimangsa ( makan dan dimakan ). Nah ini adalah bentuk interaksi langsung yang paling banyak terjadi antarspesies yang berbeda. Singa memangsa rusa, buaya menerkam kerbau, sapi mengunyah rumput, atau manusia memakan ayam di KFC merupakan bentuk predasi yang tidak dipungkiri lagi.
  3. Netral. Interaksi netral ditunjukkan dengan keberadaan dua atau lebih spesies pada tempat dan waktu yang sama namun mereka tidak saling mempengaruhi baik ada maupun tidak. Misalnya keberadaan lebah yang membangun sarang di pohon tempat semut mengambil makanan. Interaksi antara lebah dan semut tersebut merupakan interaksi netral. Ada atau tidak ada lebah di pohon itu, aktivitas semut tetap berjalan normal, pun sebaliknya.
  4. Alelopati. Kompetisi antarspesies dapat masuk pada ranah yang lebih ketat. Sebagian spesies menggunakan trik " curang " agar bisa memenangkan kompetisi. Contoh, alang-alang mengeluarkan semacam zat racun untuk membunuh akar padi sehingga padi gagal mendapatkan sumber daya hara, perlahan padi akan mati mengering. Itulah alelopati.
  5. Simbiosis. Simbiosis adalah bentuk interaksi interspesies yang kompleks, yang didasari ketergantungan salah satu spesies pada spesies lainnya. Ada 3 jenis simbiosis yang selama ini kita pahami,

Remora, Ikan yang Gemar Menempel | RE Tawon

Hiu dan Remora
  • Mutualisme: hubungan ketergantungan dua spesies yang akan mengancam keselamatan jika hubungan ini berkahir. Contoh, hubungan manusia dengan bakteri E. coli. Bayangin kalau E. coli ngambek dan pergi dari usus kamu, apa yang terjadi? 
  • Komensalisme: jika ada spesies yang bergantung pada spesies lainnya namun tidak memberikan efek apapun pada spesies tempatnya bergantung. Contoh lumut yang tumbuh di kulit pohon beringin. Lumut tersebut mendapat tempat penghidupan yang layak meski pohon beringin tidak masalah dengan itu.
  • Parasitisme: ketergantungan suatu spesies yang membuat kerusakan atau membahayakan kehidupan spesies yang menjadi tempat bergantung. Misalnya ketergantungan cacing pita pada daging dan darah manusia, mereka hidup, manusia kesusahan. Contoh lain saat seseorang berutang pada kita, ini sangat membahayakan karena kadang mereka jadi lebih ganas. Lho Pak, kan orang itu satu spesies dengan kita? Gak. Kalo udah gak mau bayar utang, otomatis jadi beda spesies dengan kita.

Interaksi Biotik dengan Abiotik
Interaksi makhluk hidup dengan benda mati yang ada di sekitarnya ataupun yang ada di dalam tubuhnya merupakan bentuk interaksi permanen dan sangat berpengaruh. Misalnya, interaksi individu dengan udara saat bernapas, atau interaksi dengan air saat minum. Manusia berinteraksi dengan pakaian yang dikenakannya dan terpengaruh oleh pakaiannya tersebut, misalnya pakaiannya itu melindungi manusia dari cuaca dingin dan basah yang kalau tanpa pakaian manusia mudah untuk jatuh sakit.

PERAN ORGANISME DALAM INTERAKSI DI EKOSISTEM
Peran organisme dalam interaksi ekosistem digambarkan dengan pola jaring makanan, aliran energi, dan daur zat biogeokimia. Setiap organisme memiliki peran sentral dan utama di dalam ketiga pola tersebut yang kalau perannya hilang atau berlebihan akan menyebabkan perubahan keseimbangan lingkungan.

PERAN ORGANISME DALAM JARING MAKANAN

Food Chain | E-Learning for Science Subject

Jaring makanan adalah hubungan makan dan dimakan yang sangat kompleks dan saling terkait. Di dalamnya terdapat kompetisi dan predasi. Peran organisme di dalam jaring makanan ada 2, meliputi:
  1. Produser. Produser adalah organisme fotosintetik yang mampu memanfaatkan energi cahaya matahari dan menyimpannya sebagai zat makanan. Contohnya: tumbuhan, alga, dan plankton.
  2. Konsumer. Konsumer adalah organisme yang tidak mampu memanfaatkan energi cahaya untuk memproduksi zat makanan, karenanya organisme ini memakan organisme lainnya. Konsumer Primer adalah yang memakan langsung produser, sedangkan Konsumer Sekunder dan seterusnya memakan konsumer lainnya.

PERAN ORGANISME DALAM ALIRAN ENERGI

trophic level: energy flow and trophic levels

Aliran energi adalah perpindahan energi dari sumbernya ( cahaya matahari ) ke fase terakhir ( dekomposer ) melalu rantai / jaring makanan. Energi yang mengalir mengalami penurunan pada setiap massa makanan yang berpindah dari organisme satu ke organisme lainnya. Sehingga Konsumer terakhir pada rantai makanan akan memperoleh energi paling rendah per massa makanan yang didapat. Peran organisme pada aliran energi ada 2, yaitu:
  1. Penyalur / Carrier. Organisme yang menjadi jalan penyaluran energi. Jalur ini dilalui oleh Produser-Konsumer.
  2. Pengurai / Dekomposer. Organisme yang mengurai makhluk hidup yang telah mati dan mengembalikan zat-zat penyusun makhluk hidup ke alam. Dekomposer terdiri atas Bakteri dan Jamur. Setipe dengan dekomposer, Detritivor juga menjadi agen pengurai yang lebih besar. Anggotanya adalah hewan-hewan pemakan bangkai dan sisa, seperti cacing, kalajengking, bintang laut, dan keluwing.

PERAN ORGANISME DALAM DAUR ZAT BIOGEOKIMIA
Zat tidak hanya berada dalam organisme saja, melainkan di alam juga. Ada zat yang peredarannya berpindah dari alam lalu ke dalam tubuh organisme dan kembali lagi ke alam. Contohnya adalah air, karbon, nitrogen, sulfur, dan fosfor.

Peran Tumbuhan dan Hewan dalam Daur Air


Air adalah salah satu molekul paling penting bagi kehidupan. Air menyusun 80% sel, yang artinya makhluk hidup sangat bergantung dengan air.

Air bersiklus melalui proses terjadinya hujan. Peran organisme, terutama tumbuhan dan hewan adalah menjadi perantara penguapan air ke atmosfer melalui proses yang disebut dengan transpirasi. Misalnya saat cuaca panas, manusia menjadi berkeringat, kemudian keringat itu akan menguap ke atmosfer dan menjadi molekul air di udara bersama uap air dari sumber lain. Jika memadai akan menjadi awan hujan.

Peran Tumbuhan, Hewan, dan Bakteri dalam Daur Karbon


Karbon bersama air menjadi zat yang sangat dibutuhkan oleh organisme. Karbon diperlukan dalam penyusunan senyawa organik seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Siklus karbon di alam melalui dua proses penting, yaitu respirasi dan fotosintesis.

Peran tumbuhan adalah mengambil karbon dari udara lalu menyimpannya dalam bentuk senyawa organik. Dalam rantai makanan, karbon itu berpindah ke hewan saat hewan memakan tumbuhan. Lalu hewan mengeluarkan karbon tersebut dalam bentuk gas CO2 saat respirasi.

Bakteri pengurai sisa makhluk hidup memecah senyawa organik dari makhluk hidup menjadi gas CO2.

Peran Bakteri dalam Daur Nitrogen


Nitrogen diperlukan organisme untuk menyusun Asam amino yang merupakan bahan dasar Protein. Nitrogen terdapat di atmosfer dalam jumlah besar, di air dan tanah sebagai senyawa Nitrit atau Nitrat.

Bakteri Rhizobium memiliki peran penting dalam pengambilan nitrogen dari atmosfer. Kamudian oleh bakteri Nitrobacter diubah menjadi ion Nitrit dan Nitrat.

Tumbuhan menyerap Nitrat untuk keperluan asimilasi. Para hewan mendapatkan Nitrogen dengan mengonsumsi tumbuhan dan hewan lainnya.

Dapatkah kamu membayangkan dampak yang akan terjadi jika organisme tertentu punah dan kehilangan perannya di ekosistem? Silakan dianalisis sendiri.

Demikianlah materi Ekosistem yang dapat kita pelajari. Semoga Bermanfaat.

Posting Komentar

If you can't commemt, try using Chrome instead.